Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengatahuan Alam Universitas Tanjungpura (FMIPA Untan) gelar kuliah umum dalam rangka Peringatan Ocean Day 2021. Acara webinar berlangsung daring via Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung lewat Channel Youtube Fakultas MIPA Untan, Minggu (13/06/2021).
Webinar kuliah umum yang mengusung tema "Respet & Protect Dugong" itu dihadiri sebanyak 271 orang peserta. Berdasarkan data absensi, tidak hanya mahasiswa Untan yang mengikuti acara webinar tersebut. Kuliah umum tersebut juga diikuti oleh mahasiswa/i dari Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur.
Sebelum acara dibuka, Rizky Hertadi selaku Ketua Pelaksana mengungkapkan alasan mengapa tema Ocean Day Ilmu Kelautan FMIPA Untan tahun 2021 ini mengangkat tema tentang pelestarian Dugong.
"Kami mengangkat tema tersebut karena mengingat pentingnya pelestarian Dugong yang terancam punah habitatnya," ucapnya.
Mahasiswa Angkatan 2019 Jurusan Ilmu Kelautan FMIPA Untan itu berharap, materi yang disampaikan oleh narasumber dalam webinar hari ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan peserta terkait pentingnya pelestarian Dugong.
Acara webinar dibuka langsung oleh Muliadi, S.Si., M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPA Untan.
"Kalimantan Barat memiliki potensi sumber daya alam yang luas, oleh karena itu adalah peran kita sebagai mahasiswa dan pegiat kelautan untuk melestarikan dan memanfaatkan sumber daya alam tersebut," katanya saat menyampaikan sambutan.
Dosen Prodi Fisika Fakultas FMIPA Untan itu juga turut menyampaikan suport dan dukungannya terhadap pelaksanaan acara hari ini (13/6). Usai pembukaan dan doa, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan narasumber yang hadir. Paparan meteri webinar dimoderatori oleh Sherin Sastia, mahasiswi angkatan 2018 Jurusan Ilmu Kelautan FMIPA Untan.
Narasumber yang mengisi materi kuliah umum merupakan pakar dan ahli biologi kelautan. Paparan materi kuliah umum terbagi menjadi 2 sesi. Materi pertama disampaikan oleh Juraij Bawazier, S.Si., M.Si., Ahli Biologi Kelautan Lamun dan Dugong di Yayasan Lamun Indonesia (LAMINA), dengan tajuk materi "Dugong dugun".
Dugong adalah jenis mamalia laut yang bernafas menggunakan paru-paru. Dugong sendiri merupakan satu-satunya satwa Ordo Sirenia yang hidup di perairan pesisir laut Indonesia saat ini.
Dalam slide presentasinya, Juraij menjelaskan tentang sejarah evolusi Dugong, habitat dan perbedaanya dengan Manatee. Penerbit "Panduan Monitoring Dugong dan Lamun di Indonesia" itu juga menjelaskan morfologi Dugong dan caranya makan lamun.
Tak hanya itu, Juaij juga menerangkan bagiamana aktivitas harian Dugong dugun, tingkah laku dan sebaran habitatnya di perairan laut Indonesia. Kemudian, tak lupa, ia juga mengingatkan peserta untuk turut melestarikan Dugong dan padang lamun dari ancaman kepunahan. Lamun merupakan makanan pokok dugong, lamun tumbuh di dasar perairan laut dangkal dan tumbuh membentang seperti padang rumput.
Lebih lanjut, materi kedua disampaikan oleh Anugrah Aditya Budiarsa, Dosen Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman. Materi yang disampaikannya berjudul "Dugong Gardener dan Pengembara". Ph.D candidate ilmu lingkungan Universitas Leiden Belanda itu juga menceritakan dan menjelaskan sebaran Dugong di Indonesia. Aditya juga menjelaskan bagaimana mamalia laut itu hidup seorang gardener yang menjaga ekosistem padang lamun dan kehidupan dugong sebagai pengembara.
Ulasan video lengkap materi yang dipresentasikan oleh kedua narasumber di atas dapat di lihat ulang lewat Channel Youtube FMIPA UNTAN, KLIK TAUTAN INI..
(Liputan TIK FMIPA Untan/Dapi)