Panitia Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) FMIPA UNTAN memfasilitasi diskusi secara daring antara BupatiKubu Raya, H. Muda Mahendrawan, S.H., M.Kn. dengan peserta KKM yang berasal dari Kabupaten Kubu Raya.Kegiatan tersebut diselenggarakan pada tanggal 28 Agustus 2020 melalui aplikasi Zomm Meeting.
Hadir juga sebagai tamu undangan Direktur PT. Mitra Aneka Rezeki (MAR) Kubu Raya, Kepala Cabang Rumah Zakat Kalbar, perwakilan PT. Indosat Kalbar, dan beberapa kepala desa beserta perangkatnya di lokasi kegiatan KKM (yaitu Desa Bina Karya, Rasau Jaya, Pal IX, Punggur Kecil, Kalimas, Sungai Ambawang, Sungai Rengas, Arang Limbung, Kuala Dua, Dabong, dan Winareja Teluk Nangka).
Acara diawali dengan sambutan oleh Dekan FMIPA UNTAN, H. Afghani Jayuska, S.Si., M.Si. Dalam sambutannya, H. Afghani Jayuska, S.Si., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan ini terselenggara sebagai tindak lanjut dari silaturahmi yang dilakukan tanggal 20 Agustus 2020 di kediaman BupatiKubu Raya. Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Kubu Raya yang telah berkenan untuk memaparkan secara langsung filosofi “kepung bakul” kepada peserta KKM.
Beliau juga mengharapkan agar kegiatan KKM dapat bersinergi dengan program pemerintah daerah supaya dapat membantu persoalan daerah secara tepat. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para undangan yang telah menyempatkan waktu untuk bergabung melalui aplikasi zoom.
Bupati Kubu Raya, H. Muda Mahendrawan, S.H., M.Kn. dalam pemaparannya menjelaskan bahwa filosofi kepung bakul ini sebenarnya untuk menyederhanakan istilah yang kadang-kadang sulit dipahami masyarakat secara umum seperti misalnya istilah integrasi, sinergi, koordinasi, terorganisir, dan lain-lain. Sederhananya konsep dari kepung bakul ini adalah mengepung masyarakat dengan program-program pemerintah, swasta, universitas, maupun pihak lain, dan semua sector bersinergi memecahkan persoalan secara bersama-sama.
Sararannya adalah keterbelakangan dan kurangnya informasi yang masih terdapat di masyarakat. Oleh sebab itu, harapan kedepan dengan adanya kepung bakul ini, masyarakat dapat dengan mudah mengakses program dan informasi sehingga lebih maju dan terbuka.
Ketua panitia, Muhardi, S.Si., M.Sc. yang juga sebagai moderator pada acara diskusi secara daring mengatakan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan dengan tujuan agar kegiatan KKM terkoneksi dengan program pemerintah. Sebelumnya panitia telah memfasilitasi peserta KKM untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang dan Sambas. Seperti kita ketahui bahwa kegiatan KKM dilakukan oleh mahasiswa di daerah asalnya masing-masing, oleh sebab itu komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Daerah wajib dilakukan oleh peserta KKM.