Universiti Teknologi MARA Malaysia (UiTM) gelar SDG Virtual Conversation Series bersama Universitas Tanjungpura (Untan). Webinar kolaborasi yang kedua ini berlangsung daring, disiarkan secara langsung di Channel Youtube UiTM, Cisco Webex Meeting dan di Halaman Facebook UiTM, Senin (9/11/2020).
Ada 2 narasumber yang mengisi materi webinar ini. Pertama, Assoc. Prof. Dr. Risa Nofiani dari Untan dengan tajuk materi "Exploration of Secondary Metabolites from Microorganisms". Kemudian, pemateri kedua ialah Dr. Agustono Wibowo dari UiTM. Doktor Agustono menyampaikan materi "The Impotance of Synthetic Chemistry in the Pharmaceutical Industry"
Sementara itu; moderator yang memandu acara webinarnya adalah Dr. Faezah Pardi Head of Sustainable Biodiversity & Environment IBSD UiTM.
Materi pertama disampaikan oleh Risa Nofiani. Dalam materinya, peraih gelar doctor di University of Bristol Inggris itu menerangkan 2 pendekatan (metode) yang digunakan dalam penelitiannya “Metabolit Sekunder dari Mikroorganisme Lokal”. Kedua metode tersebut adalah metode konvensional dan modern dengan rekayasa genetika.
“Kami sudah mulai mengumpulkan beberapa mikroorganisme dari berbagai sumber seperti mangrove. Karena sayangnya banyak hutan yang terbakar sekarang, jadi kami tidak bisa mendapatkan mikroorganisme asli lagi,” sampai Risa.
Alumni S2 Institute Teknologi Bandung ini menambahkan, kebakaran hutan yang setiap tahunnya melanda Kalbar merujuk ia dan tim penelitiannya beralih ke sumber mikroorganisme lain. Sumber tersebut juga berasal dari mikroorganisme lokal di Kalbar.
“Jadi kami pindah ke laut dan kami telah mengumpulkan beberapa bakteri laut dari berbagai pulau di sekitar Kalimantan Barat seperti pulau Lemukutan, Randayan, dan Permata. Kami sudah punya beberapa di antaranya, kami sudah mulai melakukan screening untuk aktivitas mikroorganisme itu,” tambahnya.
Setelah itu, alumni DIKTI - Funded Fulbright Grants for Indonesia Lecturers-Visiting Scholar ini juga memaparkan beberapa mikroorganisme yang sudah dilabkan di Lab Kimia FMIPA Untan. Ia juga menjelaskan potensi dari metabolit sekunder Streptomyces sp. RS2 menggunakan aplikasi antiSMASH.
Di akhir presentasinya, Dosen Kimia yang menekuni Ilmu Biokimia itu mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan dan para professor yang telah mendukung dan membantu penelitiannya. Mereka berasal dari Oregon State University (USA), University of Michigan (USA), Leibniz Universitat Hannover (Jerman), dan University of Gottingen (Jerman).
Kemudian, materi kedua yang dipaparkan oleh Agustono Wibowo menjelaskan tentang pentingnya kimia sintetik dalam industri farmasi. Ada dua poin materi yang diterangkannya. Pertama, penemuan obat dan proses pengembangannya. Kedua, inovasi yang dikembangkan dalam kimia sintesis.
Materi dan ulasan lengkap mengenai acara webinar ini dapat di lihat di Youtube UiTM Channel (klik tautan ini).