Disable Preloader

Detail Berita

Badan Teknologi Nuklir Nasional (BATAN) adakan Pelatihan Teknologi dan Keselamatan PLTN Untuk Mahasiswa Universitas Tajungpura (Untan). Kegiatan pelatihan ini diadakan di Hotel Golden Tulip Pontianak dengan menerapkan protokol Kesehatan COVID-19.

Pelatihan yang diadakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BATAN hari ini (11/11) berlangsung selama 11 hari (2-13/11). Peserta yang hadir dalam pelatihan ini berjumlah 30 orang, mahasiswa Fakultas MIPA dan Fakultas Teknik Untan.

Ada 3 poin yang melatarbelakangi pelaksanaan kegiatan ini. Pertama, PLTN akan di bangun di Kalimantan Barat. Kemudian, perlu diseminasi informasi terkait Teknologi dan keselamatan PLTN kepada seluruh stake holder. Ketiga, pembangunan dan pengoperasian PLTN dapat berjalan denan aman dan selamat serta diterima oleh semua kalangan.

Kepala Pusdiklat Batan, Ir. Fatmuanis Basuki, M.Si meyebutkan bahwa kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang konsep dasar fisika reaktor nuklir dan keselamatan dalam teknologi PLTN.

"Kegiatan Pusdiklat di sini melakukan pengembangan. BATAN memiliki program di Kalimantan, yaitu menjadi lokasi pembangunan prototype PLTN. Nah supaya, pembangunan protoype ini bisa berjalan dan komersial, kita perlu memperkenalkan teknologi nuklir kepada stakeholder, pemangku-pemangku kepentingan," ujarnya.

Menurut Fatmuanis, mahasiswa dan universitas merupakan bagian dari pemangku kepentingan. Sehingga peran mahasiswa dan universitas untuk turut memperkenalkan PLTN ke masyarakat di daerahnya harus dimainkan.

Menutup percakapan wawancaranya, ia juga menyampaikan pesannya kepada peserta.

“Sebagai mahasiswa kita harus bersikap profesional, terus mengembangkan kompetisinya, terutama kita harus paham apa kebutuhan-kebutuhan yang ada di masyarakat," pesan Fatmuanis. 

Di samping itu, ia juga berharap kegiatan pencerahan hari ini dapat menjadi bekal untuk peserta yang mau melanjutkan studinya.

"Diharapkan dengan diberikan pencerahan ini, nanti ada yang bisa studi lanjut baik di S2 ataupun S3.  Atau yang paling gampang, teknologi nuklir bukan hanya untuk energi, tetapi bisa untuk Kesehatan, pertanian dan industri," tutupnya.

Dekan FMIPA Untan menyambut baik kegiatan dari BATAN ini, ia berharap kegiatan ini dapat menjadi batu loncatan dan bekal untuk mahasiswa dan universitas dalam mewujudkan pembangunan PLTN di Kalbar kedepannya. Pembangunan PLTN yang sudah direncanakan sejak 2018 ini diharapkan juga dapat mewujudkan hilirisasi produk unggulan Kalbar, seperti karet, CPO sawit, bauksit, produk perikanan dan kehutanan.

"Kalbar butuh energi yang stabil, masif dan besar; agar dapat mewujudkan hilirisasi produk unggulan Kalbar melalui pabrik industrinya," sampai Pak Dekan.

Setelah itu, satu diantara peserta, Gary Marpahiko menyampaikan kesan yang serupa. Menurutnya, mengikuti kegiatan pelatihan ini merupakan kesempatan yang sangat berharga karena mendapatkan ilmu baru terkait teknologi dan keselamatan PLTN.

"Ikut PLTN ini kita mendapatkan ilmu baru, karena sebelumnya saya dari Prodi Teknik Sipil tidak pernah diajarkan secara khusus mengenai kontruksi gedung dalam pembangunan PLTN dan berbagai teknologi yang ada,termasuk juga pengolahan dari limbah dan cara kita menggunakan manajemen yang baik dan benar dalam pembangunan PLTN," ungkapnya.

Ia menambahkan; selain sebagai sumber energi, PLTN juga memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan industri dan ekonomi di Kalbar kedepannya. Mahasiswa berprestasi Fakultas Teknik Untan tahun 2020 ini menegaskan bahwa tanggung jawab pembangunan di Kalbar adalah milik mahasiswa yang sedang menimba ilmu saat ini.

"Sebagai mahasiswa, kita adalah agent of change. Artinya, pembangunan adalah tanggung jawab kita dan kegiatan seperti ini akan menjadi bekal kita kedepannya untuk bisa menggunakan kesempatan besar pada masa yang akan datang untuk mendayagunakan pembangunan PLTN di Kalbar," tambah Gary.

Mengakhiri wawancaranya, Garry mengingatkan, PLTN memang akan menjadi kebanggaan masyarakat Kalbar tapi masyarakat juga harus tetap mawas dengan informasi PLTN itu.

"Di sisi lain, kita juga harus tetap berjaga-jaga. Karena, mungkin saja reaktor nuklir akan berdampak negatif jika kita tidak mawas diri dan mengetahui informasi dari emisi radioaktifnya," tutup Garry.

Share :

Kategori Berita: Agenda