Disable Preloader

Detail Berita

Hadir sebagai narasumber webinar kebangsaan yang bertemakan “Pemuda untuk Bangsa” BEM FMIPA Untan siang ini, Sabtu (12/09/2020); Sherly Annavita berikan insight tentang pemuda dan arah perubahan bangsanya melalui poin-poin penting berikut ini.

Webinar tersebut berlangsung online via Aplikasi Zoom Meeting dan offline di Ballroom Hotel Orchadz Gajahmada Pontianak dengan menerapkan Protokol COVID-19. Acara webinar dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA Untan, Dr. Rafdinal, S.Si., M.Si.

Sherly Annavita merupakan Millenial Influncer yang aktif membuat konten inspiratif dan kritis di media sosial. Motivator Kepemudaan asal Aceh itu mengatakan, panitia webinar dari Fakultas MIPA Untan mengangkat tema yang seksi karena menyinggung tentang kepemudaan untuk bangsa. Sherly berpendapat bahwa bicara tentang anak muda adalah bicara tentang masa depan. Pendapatnya itu terinspirasi dari quote seorang Filsuf Barat yang mengatakan, “The youth of today are the leaders of tomorrow”.

Ada dua poin penting yang disampaikannya dalam materi webinarnya, yaitu pemuda dan harapan bangsa. Saat memaparkan poin-poin tersebut ia seringkali mengutip quotes tentang pemuda dari mereka yang sukses dan berpengaruh dizamannya.

 “Masa depan adalah milik mereka yang mau mempersiapkannya hari ini” kutip Sherly dari Malcom X, Aktivis kemanusiaan asal Amerika Serikat yang memperjuangkan persamaan derajat antara kulit hitam dan putih di negara tersebut.

Alumni beasiswa LPDP Kementerian Keuangan RI yang memperoleh gelar Master of Social Impact Invesment dari Swisburne University di Australia itu sangat semangat mengompori jiwa muda para peserta webinar. Ia berpesan, pemuda harus mau bekerja keras dan bekerja cerdas untuk menyiapkan masa depannya.

“Bicara tentang masa depan; anak muda harus mau bekerja keras dan bekerja cerdas, membuat semua persiapannya dari sekarang,” pesan Sherly. Mereka yang mau melakukan ketiga hal tersebut akan memiliki kesempatan yang sama untuk melihat masa depannya.

“Persiapan apa yang sudah kita lakukan dari sekarang?” tanya Sherly guna mengetuk kesadaran peserta.

Dalam mengisi masa persiapan tersebut ia mengkategorikan 4 tipikal manusia yang akan berada dalam masa itu. Adapun 4 tipikal manusia tersebut adalah manusia pesimis, manusia realistis, manusia optimis, dan manusia progresif.

Di akhir materinya Sherly kembali menanyakan peserta terkait karya dari hasil persiapan mereka yang berjiwa muda.

“Bagaimana kita menghabiskan waktu selama mempersiapkan semua itu?” tanya Sherly.

“Setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya; maka mari kita pastikan, kita ingin meninggalkan apa untuk generasi sesudah kita?” tambahnya.

Menurut hemat Sherly, Indonesia sudah mempunyai cukup banyak privilege untuk menjadikan anak muda sebagai penentu arah bangsanya. Closing statement dari materinya sangat menarik dan menyentuh hati, ia mengajak anak muda untuk tidak lagi penonton dari tribun, melainkan menjadi pemain utama ataupun cadangan dalam mempersiapkan diri menyongsong arah perubahan bangsanya.

Sherly juga mengajak peserta untuk mencatatkan dirinya ke dalam catatan sejarah perubahan arah bangsanya dengan menjadi pemain, karena sejarah tidak akan pernah mencatat mereka yang duduk sebagai penonton dari bangku tribun.

“Sekeras apapun kita berteriak selama masih duduk di kursi penonton, sejarah tidak akan pernah mencatat itu. Sejarah hanya mau mencatat para pemain, bukan pemain rata-rata melainkan para pemain di atas rata-rata,” tegas Sherly.

“Maka mari kita pastikan, kita adalah anak-anak muda yang mempersiapkan diri untuk menjadi pemain yang di atas rata,“ tutup Sherly.

Share :

Kategori Berita: Kegiatan Kemahasiswaan