Berikut ini adalah poin-poin materi yang disampaikan oleh para Narasumber Pelatihan Jurnalistik yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tanjungpura (Untan), Kamis (21/11/2019).
Ada 2 pemateri yang diundang oleh BEM FMIPA Untan untuk mengisi materi Pelastik, mereka adalah Muhamamad Faisal, Sekretaris Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Jurnalis di Inews TV; dan Anggela Juniarti, Kepala Divisi Perusahaan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Untan. Materi pertama disampaikan oleh Faisal, dengan topik materi Broadcasting (Penyiaran). Sedangkan Anggela menyampaikan materi tentang Dasar-dasar Jurnalistik.
Menurut Faisal, Jurnalistik merupakan kegiatan mengolah dan menyebarkan informasi kepada masyarakat luas. Pada konsep Jurnalistik bidang Broadcasting Televisi, informasi yang disiarkan harus memiliki nilai berita dimata sosial masyarakat, media yang digunakan adalah Televisi. Setiap berita yang disiarkan selalu mempunyai nilai, yaitu posistif dan negatif. Penulisan berita juga harus sesuai dengan fakta dan akurat, tidak dibuat-buat.
Sebelum penyiaran, seorang Jurnalis harus lebih dahulu membuat reportase berita. Reportase sendiri merupakan proses pengumpulan data yang digunakan oleh jurnalis untuk menuliskan berita. Teknik-teknik reportase yang umum digunakan oleh Jurnalis diantaranya adalah observasi, wawancara, dan riset data. Teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan prinsip 5W+1H (What, Who, When, Where, Why and How), dengan teknik tersebut Jurnalis akan mudah dalam mendapatkan data dan menulis hasil reportasenya.
“Dalam melakukan reportase penulisan informasi, terlepas dari kaidah seorang Jurnalis sendiri kita itu jangan sampai melupakan yang namanya 5W + 1 H, yang penting juga sumber dan narasumbernya harus jelas, dapat dipertanggungjawabkan dan berimbang” ujar Faisal.
Ia juga mengatakan bahwa pelatihan ini adalah dasar untuk mereka yang ingin mengenal lebih dalam dunia Jurnalistik.
“Ini hanyalah dasar untuk teman-teman mengenal dunia Jurnalistik. Pesan saya, perbanyak membaca dan diskusi untuk mengatur planning apa yang harus dilakukan dalam peliputan, sehingga tulisan yang keluar nanti benar-benar menjadi tulisan yang keren dan bermutu” pesannya.
Materi kedua merupakan materi dasar yang dapat peserta jadikan bekal untuk menjadi seorang Jurnalis. Menurut Anggela, ada 3 poin utama yang harus mahasiswa ingat ketika akan turun ke dunia Jurnalistik, berkaitan dengan peran mahasiswa dalam kehidupannya dikhalayak luas. Ketiga poin tersebut adalah mahasiswa sebagai Agent of Change (Agen Perubahan), Social Control (Kontrol Sosial), dan Iron Stock (Generasi Penerus Bangsa).
Sebagai agen perubahan, mahasiswa harus mampu merubah stigma masyarakat dan berani bergerak membawa perubahan-perubahan positif di lingkungannya. Berani berkata salah jika salah, dan berani pula mengubahnya menjadi benar.
Menurut Anggela, setiap mahasiswa mempunyai perannya masing-masing sebagai kontrol sosial, ada yang turun aksi ke jalanan dan ada juga yang menulis. Sebagai generasi pengontrol, mahasiswa diharapkan mampu mengendalikan kondisi sosial di lingkungannya.
Sebagai generasi penerus bangsa, mahasiswa harus mampu melanjutkan estafet kepemimpinan masa depan bangsanya. Mahasiswa merupakan aset masa depan bangsa yang nantinya akan melanjutkan kepemimpinan para pendahulunya.
Kembali ke topik, adapun produk utama dari Jurnalistik adalah sebuah berita. Menurut penjelasan Anggela, satu diantara berita yang dapat langsung ditulis oleh Jurnalis pemula saat sedang berkegiatan adalah Straigght News berita, yakni berita langsung dari suatu kegiatan atau seremonial yang dalam liputannya harus ada unsur 5W + 1H.
Susunan komponen Straigght News yang ideal adalah urutan penulisannya seperrti piramida terbalik, dari atas ada Lead, Neck, Body, dan Body. Lead merupakan informasi utama dan alinea pertama berita, sedangkan Neck adalah bagian peralihan alur gagasan atau ide berita yang ditulis. Body petama merupakan tulisan yang menjabarkan isi gagasan atau ide berita yang ditulis, sedangkan Body yang kedua adalah bagian pelengkap berita berupa data dan hasil wawancara narasumber.
Bagaimana, sudah paham dengan ilmu Jurnalistiknya?
Kalau belum, searching aja di google ya, banyak kok. Ingat, perbanyak membaca, dengan banyak membaca kita akan mudah menulis....