Disable Preloader

Detail Berita

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura (FMIPA Untan) kembali adakan Webinar Pembekalan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Daring . Sama seperti series pertama sebelumnya (04/07), webinar hari ini juga dilaksanakan menggunakan Aplikasi Zoom Meeting; acara webinar ini juga disiarkan secara langsung melalui channel Youtube FMIPA Untan. Satu diantara narasumber webinar berasal dari lembaga kementerian, berikut poin-poin penting dan pesan yang disampaikan oleh Dirjen PDT PDTT, Rabu (05/07/2020).

Webinar dibuka oleh Rektor Universitas Tanjungpura, Prof. Dr. H. Garuda Wiko, S.H., M.Si.;  dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada para narasumber dan tamu undangan yang hadir. Ia juga menyatakan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Fakultas MIPA atas terlaksananya KKM Daring FMIPA tahun 2020 ini.

Tidak tangung-tanggung, FMIPA Untan undang pihak Kementerian Desa, Derah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) untuk mengupas dan memberi wawasan permasalahan pembangunan desa kepada peserta KKM dalam webinar series kedua hari ini.

Perwakilan kementerian yang hadir mengisi materi tersebut adalah Drs. Samsul Widodo, M.A, Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Kemendes PDTT. Materi yang disampaikannya berkaitan dengan Program 1000 Desa Ekspor dalam Revitalisasi Pembangunan Perdesaan.

Perihal pembangunan, ia menerangkan bahwa sumber suatu pembangunan adalah investasi dan produksi; namun di masa pandemi ini masalah utama pembangunan letaknya bukan pada tahap produksi. Menurutnya, tersendatnya pembangunan perekonomian di Indonesia belakangan ini juga diakibatkan karena Indonesia hanya fokus pada tahap produksi saja, tidak fokus pada distribusi dan pemasaran.

“Yang menggerakkan pembangunan adalah investasi” jelasnya.

Samsul menegaskan, alur suatu pembangunan adalah dimulai dari investasi, kemudian investasi tersebut akan mendorong produksi, mendatangkan pekerjaan dan konsumsi, sehingga mendorong jual beli, dan pada akhirnya menghasilkan pendapatan yang kemudian memicu reinvestasi.

Pembangunan menjadi tanggung jawab setiap kepala daerah. Menurut hemat Samsul, kunci pembangunan ada di bawah kendali kepala daerah.

 “Itulah fakta yang terjadi, letak dari pembangunan ini adalah pada pimpinan daerah; karena mereka yang memiliki andil besar terhadap program-program pembangunan tersebut, sehingga jika mereka mau bergerak maka derah tersebut akan maju.”

Ia juga mengajak peserta webinar untuk merenungkan masalah yang terjadi pada pembangunan.

“Yang perlu kita renungkan adalah  bagaimana produktivitas dapat menciptakan ekosistem ekonomi agar dapat meningkatkan produksi di masyarakat, dan bagaimana membantu pemasarannya” jelas Samsul.

Menyinggung tentang isu-isu pembangunan produk unggulan desa, Kasubdit Daerah tertinggal, Direktorat Kawasan Khusus dan Daerah Tertinggal Badan Perencanaan Pembangunan Nasioan tahun 2008-2015 itu menyebutkan; ada 5 masalah ekonomi desa saat ini yaitu, rendahnya skala ekonomi desa, lemahnya akses pasar, jalur distribusi yang panjang, rendahnya sarana pasca panen, dan kesulitan permodalan.

Berangkat dari permasalahan tersebut, ia berharap pelaksanaan KKM Daring FMIPA dapat memberikan pencerahan dan mendatangkan solusi bagi masyarakat desa yang membutuhkannya.

“Kehadiran perguruan tinggi sangat penting untuk menginisiasikan program pembangunan. Harapannya, semoga Kuliah Kerja Mahasiswa ini dapat memberikan pencerahan terhadap persoalan di desa dan membantu masyarakat menemukan solusi atas permasalahannya” sampai Samsul.

Kehadiran perguruan tinggi juga harus nyata perihal pelaksanaan KKM, kehadiran tersebut semestinya tidak hanya tampak dari pihak mahasiswanya saja. Sebab perguruan tinggi juga harus menjadi backup dan mentor peserta dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tingginya. Ungkapan tersebut disampaikan Samsul guna merangsang kepedulian perguruan tinggi dalam merealisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi mahasiswa.

Setelah itu, ia juga berpesan agar peserta KKM dapat menyumbangkan kontribusinya terhadap pembangunan di desa.

“Kami ingin mahasiswa nanti punya kontribusi terhadap persoalan pembangunanan di perdesaan” pesan Pak Dirjen PDT Kemendes PDTT.

Meskipun waktu pelaksanaan KKM terbatas, Samsul menegaskan bahwa waktu 45 hari itu merupakan waktu sangat penting untuk membantu pembangunan desa.

Di sela-sela materi presentasinya, ia juga memberikan saran kepada para pelaku ekonomi dan pemerintah daerah Kalbar untuk mengoptimalkan pasar lokal di masa pandemi ini; karena jika pelaku ekonomi daerah ikut bersaing dengan pelaku nasional di jawa dan daerah lainnya, mereka akan kalah saing dalam pasar dan distribusinya.

“KKM ke desa-desa menjadi sangat vital untuk dapat menggerakan roda ekonomi, ini adalah waktu yang tepat untuk bangkitnya ekonomi desa; 9 dari 10 pintu rezeki adalah dari perdagangan. Semoga Indonesia terus tumbuh ekonominya dan lekas sembuh dari COVID-19” tutup Samsul.

Share :

Kategori Berita: Agenda