Disable Preloader

Detail Berita

Mewakili Badan Teknologi Nuklir Nasional (BATAN), Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BATAN sampaikan poin penting dan harapan dilaksanakannya Program Pelatihan dan Teknologi Keselamatan PLTN untuk mahasiswa/i Universitas Tanjungpura (Untan), Rabu (11/11/2020).

BATAN merupakan lembaga non-kementerian yang melakukan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan pemanfaatan teknologi nuklir di Indonesia. Salah satu program prioritas nasional BATAN ialah Pembangunan Prototype PLTN Indonesia. Menurut Kepala Pusdiklat BATAN, program prioritas nasional lainnya adalah aplikasi teknologi nuklir di bidang kesehatan melalui pemanfaatan radioistop dan radioparmaka.

Kegiatan pelatihan berlangsung selama 11 hari (2-13/11. Menurut Ir. Fatmuanis Basuki, M.Si, materi yang dipaparkan dalam pelatihan ini sangat lengkap. Materinya mengupas tentang ilmu dasar teknologi dan keselamatan nuklir dalam pembangunan PLTN, hingga pemanfaatannya.

"Yang dipelajari dalam pelatihan ini adalah apa itu sumber radiasi, bagaimana cara memproteksi radiasi, belajar mengenai fisika radiasi, belajar mengenai fisika atom dan inti, belajar mengenai fisika reaktor dan dasar-dasar reaksi nuklir. Setelah itu belajar mengenai memproteksi bahaya radiasi. Setelah tahu bahaya radiasi; belajar mengenai teknologinya reaktor; bagaimana keselamatan reaktor, bagaimana keadaan darurat, bagimana aspek ekonominya, bagaimana aspek sistem manajemennya, dan bagaimana aspek limbahnya," terang Fatmuanis.

Lebih lanjutnya, Fatmuanis menuturkan bahwa universitas merupakan salah satu pemangku kepentingan, karena di universitas ada mahasiswa yang akan menjadi agent of change di masyarakatnya. Selain menjadi agen perubahan, nantinya mahasiswa juga diharapakan bisa mengambil studi lanjut terkait teknologi nuklir. 

Menurutnya, pembangunan PLTN di Kalimantan tidak hanya melibatkan BATAN, tapi juga harus melibatkan keputusan pemerintah daerah setempat, termasuk seluruh stakeholdernya.

"PLTN di Kalimantan harus keputusan dari pemerintah daerah. Agar bisa sukses dan berjalan lancar, seluruh stakeholder di daerah itu juga harus paham tentang teknlogi nuklir itu. Apa manfaatnya, kenapa harus PLTN dan mengapa harus membangun PLTN di Kalbar. Maka dari itu, kita bekerja sama dengan Untan untuk memberikan pemahaman mengenai teknologi nuklir," tambahnya.

Fatmuanis menambahkan, keikutsertaan mahasiswa dan universitas dalam pembangunan PLTN memiliki peran yang sangat penting untuk membantu masyarakat mengenal teknologi dan keselamatan PLTN. Ketika pemerintah daerah mencanangkan pembangunan PLTN, maka mahasiswa harus tahu persis dengan program tersebut.

"Jadi sebagai mahasiswa, kalau pemerintahnya memiliki program; dia harus tahu persis kalau ditanya apa itu teknologi nuklir dan bagaimana keselamatannya? Karena pemahaman ini sangat penting untuk diketahui sesuai dengan fungsinya masing-masing. Mahasiswa harus pandai memberikan pencerahan kepada masyarakat," ujar Fatmuanis.

Sebagai penentu masa depan bangsa, Fatmuanis berharap mahasiswa juga harus mau ikut berkontribusi dalam pengembangan PLTN di daerahnya. Lebih lanjutanya, Fatmuanis menegaskan, pemahaman teknologi dan keselamatan PLTN ini penting untuk diketahui karena sensitifitas informasinya. 

Kemudian, peserta pelatihan, Garry Marpahiko juga turut menyampaikan harapannya atas diselenggarakannya kegiatan pelatihan hari ini (11/11). Peraih Gold Award di International Invention & Innovative Competition (InIIC) Series 2 pada 2019 lalu dalam Kategori Science, Engineering & Technology di Malaysia itu juga menyampaikan harapannya. Dalam benaknya, pembangunan PLTN ini akan meningkatkan eksistensi dan membuka peluang kerja di Kalbar. 

"Harapan terbesarnya ialah dengan adanya PLTN ini, Provinsi Kalbar diharapkan akan bergerak lebih maju dari provinsi lainnya dan dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat. Pembangunan PLTN ini akan menjadikan Provinsi Kalbar Universe. Artinya, semua orang akan berkumpul dan melakukan pembelajaran bersama di sini,"  tegas Garry.

Menurutnya, bergerak lebih maju bukan berarti meninggalkan provinsi lainnya, melainkan menjadi provinsi yang dapat menggandeng provinsi lainnya agar dapat selaras dalam pembangunan.

Share :

Kategori Berita: Agenda