Manfaatkanlah waktu yang kau punya untuk mendulang sebanyak-banyaknya prestasi.
Manfaatkanlah waktu yang kau punya untuk menghebatkan kualitas diri.
Manfaatkanlah waktu yang kau punya untuk lebih banyak berbagi. (YEP)
Halo Mahasiswa MIPA. Gimana kabarnya hari ini? Sudah masuk UTS, mudah-mudahan semakin giat belajar. Berita ter update MIPA datang dari dua sahabat hebat kita. Siapa mereka? Let’s check.
Lagi lagi Barrata dan Cristiar Samosir menorehkan prestasi buat Kampus Kuning tercinta. Tak tanggung-tanggung mereka membawa medali emas dari Universitas Andalas Padang. Barrata dan Cristiar Samosir sukses menjadi Juara 1 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Biologi Student Fair yang diadakan oleh Universitas Andalas pada 19-20 Oktober 2017. Judul penelitian mereka adalah “Serpenterium Sebagai Produsen Antivenom for Venomous Snakebite (AVES) Indigenous di Indonesia. Berdasarkan penjelasan Barrata, penelitian ini dilatarbelakangi karena populasi ular di Indonesia yang berjumlah 450 ekor (Karim, 2013) sehingga banyak korban gigitan ular berbisa di Indonesia dan ABUP yang diproduksi oleh Biofarma masih sangat terbatas dan harganya mahal. Khusus untuk tiga ular tertentu di pulau Jawa serta bisa ular memiliki substansi kimia aktif yang tidak stabil sehingga membutuhkan mekanis pengontrolan yang efektif, disebut sebagai Serpenterium. Serpenterium yaitu tempat koleksi bisa ular dengan tujuan untuk memproduksi AVES yang disertai Snake Lab, Snake Milking, dan Snake Venom Preservation. Output penelitian mereka yaitu pendirian Serpenterium yang dikoordinasikan oleh Pemerintah, masyarakat, teknisi ahli, Herpeto, dan masyarakat lokal. Adanya Serpenterium dapat dilakukan produksi AVES sehingga penanganan korban gigitan ular lebih efektif.
Selamat dan sukses buat Barrata dan Cristiar Samosir. Teruslah menginspirasi dan mengukir prestasi.