Program Studi Rekayasa Sistem Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura (FMIPA Untan) adakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), dengan tajuk “Penerapan Teknologi Cuci Tangan COVID-19 Otomatis sebagai Pencegahan Penyebaran Wabah melalui Kontak Fisik”, Rabu (21/10/2020).
Kegiatan PKM dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Fikri, Sungai Belidak Kubu Raya. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan wajib dosen yang dilaksanakan setiap tahunnya sebagai upaya untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain melakukan penelitian dan pengajaran, dosen juga diwajibkan untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Sebanyak 12 orang dosen yang terlibat dalam kegiatan PKM ini, termasuk juga Dedi Triyanto, S.T., M.T yang merupakan ketua pelaksananya. Berikut ini adalah daftar anggota PKM Dosen Rekayasa Sistem Komputer yang terdata dalam surat tugas yang diberikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPKM) Untan:
1. Drs. Cucu Suhery, M.A.
2. Tedy Rismawan, S.Kom., M.Cs.
3. Ikhwan Ruslianto, S.Kom., M.Cs.
4. Syamsul Bahri, S.Kom., M.Cs.
5. Uray Ristian, S.Kom., M.Kom.
6. Dwi Marisa Midyanti, S.T., M.Cs.
7. Rahmi Hidayanti, S.Kom., M.Cs.
8. Sampe Hotlan Sitorus, S.Si., M.Cs.
9. Fatma Agus Setyaningsih, S.Kom., M.Cs.
10. Irma Nirmala, S.T., M.T.
11. Suhardi, S.T., M.Eng
Di samping itu, dilibatkan juga 3 mahasiswa aktif yang sedang menjadi asisten lab di jurusan itu. Mereka adalah Hendra (2017), Gery Dwi Utomo (2016), dan Solihin (2016). Ikut juga laboran dan anggota TIK FMIPA Untan yang sudah menjadi alumni di jurusan tersebut. Mereka adalah Ari Ashari, S.Kom, Rendi, A.Md, Mohani, S.Kom, dan Weldi, S.Kom.
Dikutip dari usulan proposal PKM yang telah dirancang, tujuan diadakannya PKM ini adalah untuk memfasilitasi dan menghimbau masyarakat akan pentingnya protokol COVID-19 dalam menghadapi kondisi New Normal. Di akhir kata dalam ringkasan usulan proposal, tim PKM yang beranggotakan dosen-dosen kompeten dari berbagai bidang keahlian ini diharapkan dapat menstimulasi masyarakat dalam gerakan protokol cuci tangan yang baik dan benar.
Satu diantara anggota PKM, Uray Ristian mengatakan bahwa alat yang diciptakan dalam kegiatan PKM ini terinspirasi dari mesin galon yang dapat menyedot air otomatis ketika di tekan tombolnya.
“Alat cuci tangan ini terinspirasi dari mesin galon otomatis, hanya saja ini kita modifikasi dengan menggunakan sensor jarak,” ungkapnya.
Ketua TIK Fakultas MIPA Untan ini juga mendemontrasikan cara kerja alat cuci tangan otomatis itu. Ia menjelaskan bahwa ada tombol on dan off di alat tersebut, tujuannya adalah agar baterai yang disisipkan dalam alat tersebut dapat hemat ketika tidak digunakan.
“Kalau sudah di on, akan ada 2 mode. Pertama mode otomatis, yaitu pada saat ada objek di depan sensor maka si sensor akan mengalirkan listrik untuk menghidupkan pompa sehingga air bisa keluar. Cara kedua adalah dengan cara manual, yaitu di atas alat ini ada tombol on off, ketika kita tekan on maka air akan mengalir keluar,” jelas Uray.
Uray mengingatkan; ketika akan mengecas baterai, alat harus dalam kondisi on (hidup). Hal ini dikarenakan aliran listrik di alat tersebut sudah diputuskan.
Kegiatan PKM diakhiri dengan ramah tamah dan makan siang bersama dengan pengelola Pondok Pesantren.