Kamis, tanggal 2 Juli 2020, panitia Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tanjungpura melakukan koordinasi untuk mempersiapkan program KKM yang akan diselenggarakan secara daring (online) karena saat ini masih berada pada kondisi New Normal Covid-19.
KKM ini merupakan kegiatan intrakurikuler dengan bobot 2 sks yang dilakukan oleh mahasiswa pada semua program studi dengan kesatuan antar disiplin ilmu pengetahuan (interdisipliner) yang dalam pelaksanaannya didominasi penggunaan teknologi informasi.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Rafdinal, M.Si mengatakan bahwa pelaksanaan KKM secara daring ini merujuk kepada Kebijakan Pemerintah Republik Indonesia, melalui Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang menetapkan bahwa kebijakan proses belajar mengajar dilakukan secara daring.
KKM dilaksanakan dalam upaya untuk mendekatkan pemahaman dan praktek dalam kehidupan masyarakat, di antaranya adalah mahasiswa secara langsung dilibatkan dalam penanganan pandemi Covid-19 yang timbul di masyarakat dan diberikan kesempatan untuk berperan dalam mencari solusi atau jalan keluar memecahkan problema yang dihadapi masyarakat, sehingga akan menambah pengalaman yang berharga baik secara pribadi maupun secara kolektif
Ketua panitia KKM tahun 2020, Muhardi, S.Si., M.Sc mengatakan bahwa pelaksanaan KKM secara daring ini tujuannya adalah untuk meminimalisir adanya interaksi fisik antar mahasiswa, maupun antara mahasiswa dengan mitra (masyarakat dan pemerintah), selain itu tidak ada mobilisasi mahasiswa dari suatu tempat ke tempat sasaran KKM karena mahasiswa diarahkan untuk melakukan KKM di lokasi saat ini dia berada.
Adapun program yang dapat dilaksanakan oleh mahasiswa adalah digitalisasi layanan pembelajaran mulai dari SD hingga SMA, sosialisasi dan edukasi dalam pencegahan penyebaran Covid-19, pendataan mobilitas penduduk, pembuatan disinfektan, pemetaan wilayah yang terdampak Covid-19, membantu dalam penyaluran bantuan bagi masyarakat yang tidak mampu, pembuatan Alat Pelindung Diri (APD), penguatan usaha ekonomi masyarakat terdampak Covid-19, program-program lain yang dibutuhkan mitra. Kegiatan yang akan dilakukan mahasiswa bukan yang bersentuhan langsung dengan ODP, PDP, dan pasien Covid-19. Oleh sebab itu dalam pelaksanaannya mahasiswa lebih banyak memanfaatkan media sosial.