Disable Preloader

Detail Berita

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura (FMIPA Untan) gelar Pelatihan Konservasi Penyu untuk mahasiswa dan alumni FMIPA Untan. Selain itu, diadakan juga Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan dan Mitigasi Bencana Daerah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di Wilayah Kalimantan Barat pada siang harinya, Selasa (19/6/2021).

Berlangsung di Hotel Mercure Pontianak, acara pelatihan dan FGD dilaksanakan menggunakan protokol kesehatan COVID-19 dengan total pesertanya berjumlah 110 orang, 60 peserta hadir langsung di Mercure dan sisanya via Zoom Meeting.

Selain diikuti oleh mahasiswa dan alumni, peserta kegiatan juga diikuti oleh mahasiswa dari Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Pertanian Untan dan mahasiswa Fakultas Kehutanan Untan, serta dosen dari berbagai Program Studi yang terkait dengan bidang konservasi dan mitigasi kebencanaan.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Ir. Radian, M.S. Dalam sambutannya, Doktor Radian mengapresiasi kegiatan yang digelar FMIPA Untan hari ini (29/6).

Terkait Program Kampus Merdeka yang diusung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Doktor Radian menilai program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan konservasi dan pengelolaan mitigasi bencana di Kalbar saat ini. Program itu dapat direalisasikan oleh mahasiswa/i Untan ataupun pihak universitas melalui kegiatan kolaborasi riset inovasi, magang, dan pengabdian.

Sebelumnya, Dekan Fakultas MIPA Untan, H. Afghani Jayuska, S.Si., M.Si., juga mengajak mahasiswa dan pihak terkait yang konsen pada konservasi, pengelolaan dan mitigasi bencana untuk terus bersama-sama peka dan mengedukasi masyarakat agar dapat menjaga keasrian sumber daya alam yang ada di Kalimantan Barat (Kalbar). Ia juga berharap diskusi, edukasi dan riset inovasi untuk pencegahan bencana juga dapat terus digaungkan.

“Bagiamana kita akan bisa melakukan pembangunan yang berkelanjutan kalau lingkungan hidup rusak? Ini akibat dari kita yang kurang memperdulikan aspek lingkungan dalam pembangunan, untuk itu marilah kita bersama-sama melihat lingkungan hidup ini, kita mengedukasi, dan melakukan pendekatan komprehensif,” ucapnya.

Ia menegaskan, tanggung jawab tersebut bukan hanya milik pemerintah, akademisi dan NGO saja, tetapi juga tanggung jawab semua elemen bangsa.

Materi dalam acara pelatihan sesi pagi dimoderatori oleh Dosen Ilmu Kelautan, Yusuf Arief Nurahman, M.Si. Materi pelatihan disampaikan oleh Kepala Balai KSDA Kalbar Bapak Sadtata Noor Adirahmanta, S.Hut., M.T., Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesiar Laut (BPSPL) Pontianak Bapak R. Andry Indryasworo Sukmoputro, Direktur Sentra WeBe Adventure Ketapang, dan Direktur World Wide Fund for Nature (WWF) Paloh.

Kemudian, materi sesi siang yang dimoderatori oleh Hendri Purwanto, S.Si di isi oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Pontianak Bapak Haryadi S Triwibowo, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kalimantan Barat, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Barat Ibu Ir. Herti Herawati, MMA.

 

(Liputan TIK FMIPA Untan/Dapi)

Share :

Kategori Berita: Agenda