Pada awal bulan Maret 2020, Covid-19 mulai masuk ke Indonesia. Selama kurang lebih tiga bulan setiap aktifitas dilakukan dari rumah baik itu belajar, bekerja maupun beribadah. Pada saat ini Era New Normal telah diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. Berbagai protokol Kesehatan telah dibuat agar masyarakat dapat menghadapi tatanan hidup baru untuk menghadapi Era Baru New Normal ini. Oleh karena itu muncul pertanyaan mengenai kesiapan Kalimantan Barat dalam menyambut era New Normal dan bagaimana sikap negara Jepang dalam menanggulangi Covid-19.
Hal ini melatarbelakangi terselenggaranya Web Seminar (Webinar) Series II Jurusan Matematika melalui Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura (FMIPA UNTAN) Jumat (12/6). Seminar online melalui aplikasi Zoom dan live Streaming Youtube ini mengusung tema “Pola Persebaran dan Penanggulangan Covid-19 Menuju Era New Normal Di Kalimantan Barat” yang diikuti oleh 500-an peserta dari seluruh nusantara.
Dalam webinar ini, panitia menghadirkan tiga pembicara yaitu yaitu Dr. Yundari, S. Si., M. Si (Dosen Prodi Matematika FMIPA UNTAN), dr. Delima Fajar Liana, SP, MK (Kepala Lab Mikrobiologi RS Untan), dan Tania Avianda Gusman, S. Si, M. Sc (Mahasiswa S3 Osaka University, Japan). Sedangkan yang bertidak sebagai moderator adalah Dr. Evi Noviani, S. Si, M. Si (Dosen Prodi Matematika FMIPA UNTAN).
Narasumber pertama dan kedua mengusung topik “Persebaran Covid-19 di Kalimantan Barat dari sudut pandang Analisis Space Time dan Mikrobiologi Klinik. Dan narasumber ketiga berbagi tentang Penanggulangan dan Sikap Jepang dalam menghadapai New Normal. Kegiatan webinar ini dibuka oleh Dekan FMIPA UNTAN H. Afghani Jayuska, S.Si., M.Si..
Dalam kata sambutannya beliau menyampaikan bahwa webinar ini adalah kesempatan bagi akademisi untuk menyampaikan kajian ilmiah secara matematika terkait Covid-19.
Webinar ini adalah agenda penting dalam rangka menyongsong masa New Normal..Pada sesi pertama seminar, Dr. Yundari, S. Si, M. Si memaparkan tentang Analisis Space Time persebaran Covid-19 di Kalimantan Barat. Menurut beliau, jika dilihat dari trend data konfirmasi positif di Kalimantan Barat masih naik walaupun skalanya sangat kecil.
Dengan Demikian jika masyarakatnya disiplin mengikuti protokol kesehatan diharapkan bulan depan dapat menyambut era new normal.Di sesi kedua, dr. Delima Fajar Liana, SP, MK menyampaikan tentang Persebaran Covid-19 di Kalimantan Barat dari sudut pandang Mikrobiologi Klinik. Beliau menyatakan untuk terinfeksi virus ada kaitan antara lama paparan dan jumlah virus yang diterima. Beliau juga mengatakan bahwa New Normal bukan berarti kembali ke awal, tetapi New Normal adalah lebih mempersiapkan diri menyongsong kegiatan yang lama tapi dengan cara yang baru.
Pada sesi terakhir, Tania Avianda Gusman, S. Si, M. Sc menjelaskan tentang penanggulangan dan sikap Jepang dalam menghadapai New Normal. Beliau mengungkapkan bahwa Jepang telah mengalami penurunan terkait Covid-19. Oleh karena itu diharapkan pandemic di Indonesia segera berlalu, menjalankan kembali aktivitas biasa dengan menaati peraturan-peraturan baru dan bisa seperti Jepang yang masa pandemiknya bisa segera turun.
Melalui kegiatan webinar ini, diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi bagi akademisi dan menambah wawasan masyarakat terkait persebaran Covid-19 di Kalimatan Barat sehingga membangun kesiapsiagaan diri dan antisipasi masyarakat dari wabah Covid-19. Berkaca dari apa yang telah diterapkan oleh Jepang dalam menanggulangi Covid-19, Ketua Program Studi Matematika, Mariatul Kiftiah berharap ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyusun protokol kesehatan menyongsong era New Normal di Kalimantan Barat.