Disable Preloader

Detail Berita

Pontianak – Ikatan Mahasiswa Katolik (Imasika) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura (Fmipa Untan) adakan Bakti Sosial di Stasi Mamparagokng, Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman, Landak, Minggu (09/06/2019).

Kegiatan yang bernama AkSI (Aktivitas Sosial Imasika) ini merupakan program kerja tahunan dari Divisi Humas dan Informasi (HI) Imasika. Seperti biasanya, kegiatan ini berlangsung selama 9 hari (1-9 Juni 2019). Adapun temanya adalah “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu”, dikutip dari Efesus 4:2.

Menurut Rayco Wiliam, Ketua Panita, AkSI merupakan salah satu program kerja Imasika yang dinaungi Divisi Humas dan Informasi Imasika, dalam kegiatan ini mahasiswa-mahasiswi Katolik Fmipa Untan turun langsung ke masyarakat untuk melakukan Bakti Sosial.

“Ada 85 orang yang mengikuti AkSI tahun ini, termasuk Frater Pendamping Imasika, Vascalis Risci Ariyan. AkSI merupakan program kerja tahunan dari Divisi kami, HI Imasika. Selain untuk melayani, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu dan mengatasi kekurangan yang ada dimasyarakat” jelas Rayco.

Sebagai ketua panitia, ia turut senang dan terharu karena bisa melaksanakan dan menyelesaikan AkSI tahun ini, bersama dengan rekan-rekan panita dan juga peserta AkSI yang lainnya.

“Harapannya, umat Stasi Mamparagokng juga senang dan termotivasi dengan beberapa kegiatan yang telah kami laksanakan, seperti Pembinaan Iman Anak (PIA), Pelatihan Pemimpin Ibadat,  Latihan Koor, dan Workshop Pertanian. Yang paling berkesan adalah pada pembangunan gerejanya,  semoga hal ini dapat dilanjutkan dan digunakan oleh mereka walaupun belum selesai secara keseluruhan, semoga mereka tidak berhenti belajar sekalipun kegiatan AkSI sudah selesai” ujar Rayco.

Senada dengan Rayco, Yera Carolina yang merupakan satu diantara peserta AkSI 2019 juga demikian, ia juga senang bisa mengikuti kegiatan ini.

“Senang bisa ikut, selain untuk bersosialisasi dengan masyarakat setempat, kegiatan ini juga memberikan pelayanan, baik itu dalam pengembangan Iman Katolik, bimbingan belajar untuk anak-anak, pembangunan gereja dan juga ada pelatihan bercocok tanam” tegas Yera.

Dewan Pastoral Parokki (DPP) Santo Yohanes Pemandi Pahauman juga menyambut baik kegiatan ini. Menurut Gregorius Uus, salah satu anggota DPP, kegiatan AkSI ini merupakan langkah mahasiswa/i Katolik untuk belajar dan melayani.

“Ini adalah satu langkah baik yang dilakukan mahasiswa, tidak hanya sekedar belajar tetapi juga belajar untuk melayani. Suatu saat nanti mereka juga akan turun langsung ke masyarakat, pertahankan dan tingkatkan kegiatan-kegiatan yang baik seperti ini” ujar Uus.

Ia juga berharap besar untuk teman-teman Imasika agar mampu menjadi garam dan terang yang selalu siap untuk melayani sesama, melayani mereka yang membutuhkan bantuan seperti di Stasi ini.

“Buktikan bahwa kalian mempunyai suatu kemampuan dan kekuatan yang sangat positif untuk menggarami dan menjadi lilin di tengah kegelapan. Buktikan bahwa kita orang Katolik juga mempunyai kemampuan, kualitas, dedikasi, dan loyalitas yang tinggi, jangan gensi untuk melayani” tutupnya.

Tidak hanya itu, Frater Ary juga turut kagum dengan kegiatan ini.

“AkSI ini sangat luar biasa, saya kagum. Saya kagum dengan mahasiswanya yang kerja keras mengumpulkan dana dan bahan untuk berkegiatan mulai dari nol, dan itu mereka lakukan mandiri. dan mereka tegar menjalaninya” ucapnya.

Satu diantara umat di Stasi Mamparagokng, Rajiman Dundus, merasa terharu dan sedih saat diwawancarai disela-sela pelepasan kepulangan peserta AkSI.

“Sebenarnya, dengan kalian semua saya merasa haru dan gembira, rasanya tidak mau berpisah dengan kawan semua. Semoga dikemudian hari bisa datang lagi, banyak-banyak terimakasih untuk kawan-kawan semua” tuturnya.

Sambil mengusap matanya, dengan nada sedih, Pak tua yang akrab disapa dengan nama Pak Maya ini juga menyampaikan pesan kepada teman-teman Imasika yang sebentar lagi pulang ke Pontianak.

“Semoga kalian selamat sampai tujuan dan lancar kuliahnya, rasa-rasanya tidak mau berpisah” tutup Pak Maya.

Kegiatan yang berlangsung selama 9 hari ini diakhiri dengan acara foto bersama seluruh peserta AkSI dengan umat Stasi Mamparagokng di depan Gereja yang belum rampung dibangun, dilanjutkan dengan sayonara. Satu persatu air mata menetes, diwarnai isak tangis, seluruh peserta AkSI menyalami umat satu persatu, saling memeluk, berlapang dada untuk pergi meninggalkan cerita dan kenangan yang telah diukir di kampung tersebut.

Share :

Kategori Berita: Kegiatan Kemahasiswaan