Kuliah Lapang GEOFISIKA 2017

Kuliah Lapang merupakan kegiatan tahunan prodi Geofisika dan menjadi salah satu mata kuliah wajib di Prodi Geofisika. Kegiatan kuliah lapang prodi Geofisika dilaksanakan pertama kalinya pada tahun 2016. Kegiatan kuliah lapang memadukan beberapa praktikum di lapangan diantaranya bidang oseanografi, atmosfer, geologi, survei geofisika (metode geolistrik dan elektromagnetik (EM)) dan survei topografi.

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih, mengaplikasikan ilmu yang telah mahasiswa pelajari di bangku perkuliahan. Kegiatan ini sangat penting karena mahasiswa dapat melihat langsung dan merasakn langsung kondisi lapangan yang tidak terdapat di lingkungan perkuliahan. Pada kegiatan kuliah lapang mahasiswa juga dibekali dengan bagaimana mengambil sikap saat menghadapi masalah di lapangan terkait dengan kondisi praktikum yang langsung berhadapan dengan alam terbuka. Faktor cuaca, kondisi geologi daerah, topografi setempat serta kondisi lingkungan dan masyarakat setempat dapat mempengaruhi kegiatan praktikum atau pengambilan data di lapangan.

Praktikum oseanografi bertujuan untuk mengetahui pola pasang surut (pasut) daerah Tanjung Gundul, mengetahui kondisi pantai Kura-Kura apakah mengalami akresi (penambahan garis pantai) maupun abrasi (pengikisan garis pantai). Praktikum atmosfer bertujuan untuk mengetahui suhu, kelembaban serta arah mata angin Pantai Kura-Kura. Bidang Geologi mahasiswa dituntut untuk mengidentifikasi jenis batuan di Tanjung Gundul, menentukan lokasi daerah penelitian serta melihat fenomena geologi yang ada di Tanjung Gundul. Bidang topografi mahasiswa dituntut untuk bisa menggunakan theodolit dan menentukan elevasi daerah penelitian. Sedangkan praktikum geolistrik dan elektomagnetik mahasiswa dituntut untuk bisa mengoperasikan alat geolistrik dan elektromagnetik serta dapat mengidentifikasi struktur di bawah permukaan tanah.

Pada tahun ini, Kuliah Lapang prodi Geofisika dilaksanakan pada tanggal 22 s/d 25 April 2017 bertempat di Pantai Kura-Kura Dusun Tanjung Gundul Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kab. Bengkayang. Bentuk relief daerah Tanjung Gundul yang memuat perbukitan yang berbatuan, daerah pantai dan daerah berpasir bergunduk-gunduk menjadi pilihan untuk pelaksanaan Kuliah Lapang. Peserta kuliah lapang pada tahun ini adalah mahasiswa Prodi Geofisika angkatan 2014.

Kegiatan dilaksanakan selama empat hari tiga malam yang dimulai dari hari Sabtu dan berakhir pada hari Selasa. Menurut Bapak Muliadi M,Si selaku Ketua Jurusan Fisika mahasiswa diharapkan untuk saling memperhatikan satu sama lain, saling menjaga dan saling mengingatkan karena kegiatan di lapangan banyak hal di luar prediksi ujar Pak Muliadi. Selain itu mahasiswa diharapkan untuk bisa memahami, melakukan dan aktif dalam praktikum kuliah lapang.  Selanjutnya keberangkatan ke Pantai Kura-Kura pukul 08.00 WIB dan tiba dilokasi pukul 11.40 WIB. Mahasiswa selanjutnya mendirikan tenda dan mempersiapkan peralatan praktikum. Pada siang hari kegiatan kuliah lapang diisi dengan kegiatan praktikum sedangkan pada malam hari diisi dengan pengarahan dan diskusi tentang praktikum yang akan dilaksanakan maupun yang telah dilaksanakan. Waktu tak terasa terus berlalu, praktikum demi praktikum telah dilalui akhirnya pada hari Selasa semua praktikum telah selesai dilaksanakan.

Beberapa testimoni mengenai kuliah lapang tahun ini salah satunya Novrezal selaku mahasiswa angkatan 2014 dan peserta kuliah lapang 2017, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Kuliah lapang juga sangat membantu dalam pemahaman teori yang dipelajari di bangku perkuliahan dan prakteknya sesuai dengan yang kami inginkan tercapai. walaupun terasa letih tetapi dilapangan tidak terasa karena kegiatannya seru dan menyenangkan tutur mahasiwa semeter enam tersebut. Hal senada juga disampaikan oleh Fitriani bahwa mahasiswa lebih tahu seperti apa geofisika dengan melakukan pengukuran, pengambilan data di lapangan. Selain itu hubungan antar mahasiswa menjadi lebih akrab, kompak serta hubungan dosen dan mahasiswa juga lebih akrab.

Leave a reply